QASAM (SUMPAH)
AL QURAN
Dosen:
Prof.
Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Ati’
Nursyafa’ah M.Kom.I
Disusun
Oleh:
Bunga
Rahmawati
(B95219093)
ILMU KOMUNIKASI
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, pertama kami sampaikan syukur terhadap Allah Yang Maha
Esa, yang telah memberikan beribu kenikmatan termasuk kenikmatan sehat wal
afiat sehingga saya bisa menyelesaikan
pembuatan makalah ini.
Kedua kalinya tak lupa shalawat serta salam kepada
baginda yang mulia Nabi Muhammada SAW, yang telah menuntun kaum muslim dari jalan kegelapam menuju jalan
yang terang benderang yakni ‘addinul islam.
Selanjutnya terimakasih pada dosen dan asisten dosen I pengampu mata kuliah Studi Al Quran yang telah mempercayai saya untuk menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Qasam
(Sumpah) Al Quran” ini. Saya menyadari adanya
kekurangan dalam pembuatan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran dari
pembaca sangat diharapkan agar makalah ini mampu menuju kesempurnaan.
Surabaya, 21 Agustus 2019
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ..........................................................ii
DAFTAR
ISI ........................................................................iii
BAB I PEMBAHASAN
BAB I PEMBAHASAN
A.
Pengertian Qasam.......................................................1
B.
Unsur-unsur
Qasam....................................................5
C.
Bentuk
Qasam............................................................8
D.
Macam-macam Muqsam Bih
Dalam Al Qur’an......11
E.
Faedah
Qasam………………………...............…...17
BAB
II PENUTUP KESIMPULAN...................................23
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................24
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Qasam (sumpah)
1.
Definisi menurut Abdul Djalal
Menurut
bahasa, aqsam merupakan lafal jamak dari kata qasam. Sedangkan qasam
sama artinya dengan halaf dan yamin, karena memang satu makna, yaitu
berarti sumpah. Sumpah dinamakan dengan yamin
karena orang Arab kalau bersumpah saling memegang tangan kanan masing-masing.
Menurut
Istilah, qasam diberi definisi
sebagai berikut: “Sumpah ialah mengikatkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu
perbuatan atau untuk mengerjakannya, yang diperkuat oeh sesuatu yang diagungkan
bagi orang yang bersumpah, baik secara nyata ataupun secara keyakinan saja”.[1]
2.
Definisi menurut Kadar M Yusuf
Aqsam merupakan bentuk jamak dari qasam yang memiliki makna sama dengan al-yamin dan al-hilf,
yang berarti sumpah. Aqsam dalam Al-Qur’an
secara harfiah berarti ungkapan-ungkapan sumpah yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Secara istilah, qasam berarti ungkapan sumpah yang
bertujuan untuk menguatkan suatu berita setelahnya. Jika suatu berita yang
disampaikan ingin dikuatkan bahwa itu benar-benar terjadi biasanya akan
digunakan sumpah.[2]
3.
Definisi menurut Manna ‘Al Qaththan
Menurut Manna” Al
Qaththan sumpah adalah sebagai pengikat jiwa (hati) agar melakukan atau tidak
melakukan sesuatu yang dianggap besar atau agung oleh yang bersumpah, baik
secara hakiki maupun I’tiqadi. Secara
umum dapat dikatakan bahwa sumpah atau qasam
adalah segala sesuatu yang dikemukakan untuk menguatkan berita dengan
menggunakan unsur-unsur sumpah.[3]
4.
Definisi menurut Moh Ali Aziz
Sumpah juga bisa
diartikan janji atau ikrar yang teguh. Sumpah mengandung nilai yang lebih suci
dan bertujuan untuk meyakinkan sesuatu untuk menegaskan fakta suatu berita.
Setiap sumpah memuat
empat komponen: penyumpah, kalimat sumpah, hal yang dijadikan sumpah, dan tujuan sumpah yang ilakukan oleh Allah SWT,
oleh Nabi Muhammad SAW atau nabi-nabi lain, oleh orang-orang yang beriman,
maupun oleh orang-orang yang membangkang. Namun Al-Qur’an lebih menekankan
sumpah yang diyatakan oleh Allah SWT, mengingat adalah firman Allah SWT.[4]
5.
Definisi menurut Acep Hermawan
Aqsam selanjutnya
didefinisikan sebagai “pengikat jiwa (hati) melakukan atau tidak melakukan sesuatu, dengan ‘suatu makna’ yang
dipandang besar dan agung baik secara hakiki maupun secara i’tidadi (keyakinan) oleh orang yang bersumpah itu. Aqsam Al-Qur’an yaitu sumpah-sumpah yang
disampaikan oleh Allah SWT untuk meyakinkan kebenaran risalah yang dibawa oleh
utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW.[5]
6.
Definisi menurut Achmad
Zudi
Aqsam merupakan bentuk jamak
dari kata qasam yang bersinonim
dengan kata al-hilf dan al-yamin yang berarti sumpah. Menurut az-Zarkashi, qasam adalah kalimat yang digunakan untuk menguatkan isi informasi.
Penjelasan diatas memberikan gambaran kepada kita bahwa tujuan orang bersumpah
adalah untuk menyakinkan kepada para pendengar bahwa apa yang dikatakan adalah
benar atau dia berada dalam kebenaran, sehingga seseorang atau pendengar yang
pada awalnya ragu menjadi percaya dan yakin. Hal ini dikarenakan manusia
memiliki sifat salah dan tidak bersih dari suatu kebohongan.[6]
7.
Definisi menurut Muchotob Hamzah
Ilmu Aqsamil
qur’an ialah ilmu yang membahas arti dan makna sumpah Allah yang terdapat
dalam Al-Qur’an.
Sighat Aqsam dalam Al-Qur’an yang asli dalam
sumpah, ialah lafadh “uqsimu” atau “ahlifu” yang di ta’diahkan dengan “ba’”
kepada muqsambih. Setelah itu, lalu disebutkan muqsam ‘alayh-nya yang juga disebut jawab qasam. Karena seringnya qasam dipakai dalam
pembicaraan, maka diringkas dengan membuang fi’il
qasam dan dicukupi dengan ba’
saja. Selanjutnya ba’ diganti dengan wawu pada qasam zhahir dan dengan ta’ pada lafal jalalah.[7]
B.
Unsur-unsur Qasam
Untuk kebahasaan suatu sumpah, perlu tiga unsur didalamya, baik disebutkan
secara nyata maupun tidak. Ketiga unsur tersebut adalah:
1. Fi’il Qasam
Fi’il qasam adalah kata kerja yang berarti sumpah, seperti aqsama atau ahlafa. Dalam bersumpah, fi’il
qasam ini selalu dibuang sehingga tinggal hanya “Ba’”, bahkan “Ba’” sering
juga dihilangkan dan diganti dengan “Wawu”
atau “Ta’”. Yang terakhir ini jarang
digunakan Al-Qur’an, yang sering digunakan
adalah huruf “Wawu”. Dalam bahasa
Indonesia, Fi’il qasam juga jarang
disebutkan ketika bersumpah; orang hanya mengatakan “demi Allah”, dimana
asalnya “aku bersumpah, demi Allah”.
2. Muqsam Bih (Sesuatu yang diyakini untuk bersumpah)
Muqsam bih adalah
suatu kata yang dijadikan untuk bersumpah, dimana kata tersebut
mempunyai makna Maha Besar dan Maha Agung bagi orang yang besumpah, seperti
lafal jalalah (Allah) dalam ungkapan aqsamtu
bi Allah. Dalam Islam, yang boleh
dijadikan muqsam bih hanya nama-nama Allah saja, seorang muslim dilarang
bersumpah dengan selain Allah, seperti yang telah dijelaskan diatas.
Akan tetapi, dalam
Al-Qur’an terdapat banyak sumpah dengan nama mahkluk. Allah bersumpah dengan
nama-nama itu. Dia penguasa Mutlak, di atas segala-galanya, dan tidak ada yang
membatasi-Nya apapun yang Dia lakukan. Maka tidak ada larangan atas-Nya
bersumpah dengan nama apa saja yang Dia kehendaki. Sumpah Allah dengan nama
suatu mahkluk mempunyai arti bahwa mahkluk itu mempuyai kelebihan atau manfaat
yang besar bagi mahkluk lainnya termasuk manusia. Allah bersumpah dengan
mahkluk tersebut agar manusia mengambil pelajaran darinya dan dapat menjadi
bahan kajian atau bukti ke Maha Besaran-Nya. Dalam sebuah hadist, yag diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim
dijelaskan, “Sesungguhnya Allah bersumpah dengan mahkluk yang dikehendaki-Nya.
Namun, tidak boleh bagi seorangpun besumpah kcuali dengan (nama) Allah”.
3. Muqsam Alayh (Berita yang dijadikan
sumpah)
Muqsam alayh adalah ungkapan yang dikuatkan atau yang dikukuhkan
dengan sumpah. Dalam istilah lain, ia juga disebut dengan jawab sumpah.[8]
C.
Bentuk Qasam (Sumpah)
Menurut Kadar M Yusuf
bentuk qasam ada dua, yaitu qasam
zhahir (jelas) dan qasam
mudhmar (tersirat).
1.
Qasam zhahir
Qasam zhahir adalah sumpah yang mengandung dua unsur qasam atau lebih. Dalam sumpah ini
terdapat beberapa unsur yang ada yaitu terdiri dari muqsam bih dan muqsam ‘alaih,
model sumpah seperti ini banyak dijumpai dalam Al-Qur’an. Dan ada pula sumpah
yang disebutkan hanya pada fi’il qasam
dan muqsam ‘alaih, dimana muqsam bih nya tidak disebutkan. Sebagai
contoh dapat dilihat berikut ini.
فَلَا
وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ
“Maka demi Tuhanmu,
mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim
terhadap perkara yang mereka perselisihkan”. (QS. An-Nisa’ [4]:65)
Disini
hanya terdapat unsur Muqsam Bih dan Muqsam Alayh dan Fi’il Qasam tidak disebutkan.
2.
Qasam Mudhmar
Qasam mudhmar (tersembunyi) adalah
ungkapan sumpah yang tidak disebutkan fi’il
qasam dan muqsam bih-nya secara
jelas, dan yang terlihat hanyalah muqsam
‘alaihnya. Hal ini ditandai dengan “lam
tawkid” yang mengawali suatu kalimat (jumlah). Seperti dalam firman Allah
berikut.
لَتُبْلَوُنَّ
فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا
الْكِتَابَ مِنْقَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى
كَثِيرًا ۚ
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan
dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang
diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah”. (QS. Ali Imran [3]:186).[9]
Menurut Moh Ali Aziz ada beberapa bentuk kalimat
sumpah Allah SWT dalan Al-Quran, yaitu:
1.
Menggunakan kalimat “bersumpah” (qasam). Ada kalanya kata ini
ditampilkan dan terkadang disembunyikan. Penampilan kata “qasam” terdapat di beberapa ayat, antara lain: Surat al-Ma’arij [70]:40,Surat
al-Balad [90]:1, al-Takwir [81]:15, dan surat
al-Qiyamah [75]:1-2.
Adapun pembunyian kata “qasam”
terdapat pada ayat yang menggunakan huruf sumpah, yaitu huruf Ba’, huruf Ta’, dan huruf wawu yang
semuanya berarti “demi”. Huruf yang terakhir ini paling sering digunakan
al-Quran. Misalnya sumpah Allah dalam surat al-Dluha “wa al-dluha” (Demi waktu Dluha).
2. Menggunakaan waktu yang tidak bermaksa “bersumpah”, namun ia dipahami
sebagai sumpah. Dalam surat al-Munafiqun ayat 1 Allah SWT berfirman “Wa-Allahu yasyhadu” (Dan Allah
bersumpah) atas kedustaan orang-orang munafik. Kalimat yang dipakai adalah “yasyhadu” (arti semula:
menyaksikan, lalu ditafsirkan:
bersumpah). Contoh lainnya adalah surat Ali’Imran [03]:186. Ayat ini
menggunakan huruf “Lam” yang semula
sebagai penguat kalimat ia selalu diartikan sebagai sumpah.[10]
D. Macam-macam Muqsam Bih dalam Al-Qur’an
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Allah dapat
bersumpah dengan macam-macam muqsam bih
yang digunakan dalam al-Qur’an.
Pertama, dengan zat-Nya sendiri yang terdapat
pada tujuh tempat dalam al-Qur’an. Tiga ayat yang pertama berupa perintah Tuhan
kepada Nabi-Nya agar bersumpah dengan zat-Nya, Yaitu:[11]
1.
Q.S Al Taghabun [64]:7
زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا
أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ
بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka
sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku,
benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan. Yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah.
2.
Q.S Al Saba’ [34]:3
وَ
قَالَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَا تَاۡتِیۡنَا السَّاعَۃُ ؕ قُلۡ بَلٰی وَ رَبِّیۡ
لَتَاۡتِیَنَّکُمۡ ۙ عٰلِمِ الۡغَیۡبِ ۚ لَا یَعۡزُبُ عَنۡہُ مِثۡقَالُ ذَرَّۃٍ
فِی السَّمٰوٰتِ وَ لَا فِی الۡاَرۡضِ وَ لَاۤ اَصۡغَرُ مِنۡ ذٰلِکَ وَ لَاۤ
اَکۡبَرُ اِلَّا فِیۡ کِتٰبٍ مُّبِیۡنٍ ٭ۙ
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari
berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti
datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti
akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrah pun
yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil
dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh
Mahfuzh)".
3.
Q.S Yunus [10]:53
وَيَسْتَنْبِئُونَكَ
أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ ۖ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ
Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang
dijanjikan) itu? Katakanlah: "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu
adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)".
Adapun empat lainnya merupakan sumpah Tuhan
secara lagsung, yaitu sebagai berikut:
1.
Q.S Maryam [19]:68
فَوَرَبِّكَ
لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ
جِثِيًّا
Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka
bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam
dengan berlutut.
2.
Q.S Al-Hajr [15]:92
فَوَرَبِّكَ
لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua.
3.
Q.S An Nisa’ [04]:65
فَلَا وَرَبِّكَ لَا
يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا
فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman
hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap
putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
4.
Q.S Al-Ma’arij [70]:40
فَلَا
أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ
Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki
timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.[12]
Kedua, dengan pemahaman mahkluk-mahkluk tersebut
salah satu ayat-Nya yang besar yang menjukkan kelebihan dan kegunaannya, misalnya; bersumpah dengan matahari, bintang, lagit, malam, masa,
pohon-pohon dan sebagainya Diantaranya dalam
1.
Q.S ash-Shams [91]:1-7
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿١﴾وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ﴿٢وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ﴿٣﴾وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا ﴿٤﴾وَالسَّمَاء وَمَا بَنَاهَا ﴿٥﴾وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ﴿٦﴾وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧
Demi matahari dan
cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya,
dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta
penghamparannya dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya).
2.
Q.S at-Tin [95]:1-2
وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun , dan demi bukit Sinai.[13]
3.
Q.S An-Najm [53]:1-2
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى ﴿١مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى
Demi bintang ketika terbenam, kawanmu
(Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
4. Q.S
Al-Fajr [89]:1-5
وَالْفَجْرِۙوَلَيَالٍ
عَشْرٍۙوَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙوَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚهَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ
لِّذِيْ حِجْرٍۗ
Demi fajar dan malam yang sepuluh, dan demi
malam yang berlalu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah sumpah (yang
diterima) oleh orang-orang yang berakal.
Q.S An-Naziat [79]:1-6
وَالنّٰزِعٰتِ
غَرْقًاۙوَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙوَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙفَالسّٰبِقٰتِ
سَبْقًاۙفَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘيَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut nyawa
dengan keras dan lembut, dan (malaikat-malaikat) yang turun di langit dengan
cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (malaikat-malaikat)
yang mengatur (urusan dunia), (sesungguhnya kamu akan dibangkitkan ) pada hari
ketika tiupan pertama yang menggoncangkan alam.
Orang yang mengamati
A-Qur’an, akan menemukan 20 benda-benda angkasa yang dijadikan sumpah Allah
SWT.[14]
E. Faedah Qasam (sumpah) Al-Qur’an
1. Faedah Qasam
menurut Mudzakir AS
Bahasa Arab mempunyai keistimewaan tersendiri
berupa kelembutan ungkapan dan beraneka ragam uslubnya sesuai dengan berbagai
tujuannya. Lawan bicaranya (mukhatab)
mempunyai beberapa keadaan yang dalam ilmu Ma’ani
disebut adrubul khabar assalasah atau
tiga macam pola penggunaan kalimat berita; ibtida’i,
talabi, dan inkari.
Mukhatab terkadang seorang berhati kosong (khaliyuz zihni), sama sekali tidak
mempunyai presepsi akan pernyataan (hukun) yang diterangkan kepadanya tidak
perlu memakai penguat (ta’kid).
Pengunaan perkataan demikian dinamakan ibtida’i.
Tekadang pula ia ragu-ragu terhadap kebenaran
pernyataan yang disampaikan kepadanya. Maka perkataan ini baiknya dikuatkan
dengan suatu penguat guna menghilangkan keraguannya. Perkataan demikian
dinamakan talabi.
Dan terkadang ia ingkar atau menolak isi
pernyataan. Maka pembicaraan untuknya harus disertai penguat sesuai kadar
ke-ingkarannya, kuat atau lemah. Pembicaraan demikian dinamakan inkari.
Qasam merupakan salah satu penguat perkataan yang
mansyur jiwa. Manusia juga memiliki sifat yang bermacam-macam. Ada yang
meragukan, mengingkari, atau memusuhi. Karane itu dipakailah qasam dalam
Kalamulah, guna menghilangkan keraguan, melenyapkan kesalahpahaman, menegakkan
hujjah, menguatkan khabar, dan menetapkan hukum dengan cara paling sempurna.[15]
2.
Faedah Qasam menurut Manna’ Al-Qaththan
Bahasa Arab memiliki keistimewaan berupa ungkapan
yang akurat dengan beragam kata dan tujuan-tujuan yang berbeda. Dan kondisi
orang yang diajak bicara (mukhatab)
memiliki tingkatan psikologis yang yang berbeda-beda. Yaitu: ibtida’i, thalabi, dan inkari.
1.
Terkadang, keadaan mukhatab (lawan bicara) sama sekali tidak mengetahui informasi yang
disampaikan oleh si pembicara, ia tidak ragu dan tidak pula mengingkari
informasi yang disampaikan. Maka informasi ini tidak perlu penegasan. Jenis khitab ini disebut Ibtida’i.
2.
Terkadang, keadaan mukhatab (lawan bicara) ragu terhadap informasi yang disampaikan;
membenarkan atau menginkari. Maka lebih baik disampaikan dengan penegasan.
Jenis khitab ini disebut thalabi.
3.
Terkadang, keadaan mukhatab (lawan bicara) mengingkari informasi yang dsampaikan oleh
si pembicara. Maka, untuk meyakinkan menggunakan kata penegasan sesuai tingkat
pengingkarannya, apakah kuat atau lemah. Jenis khitab ini disebut inkari.
Qasam termasuk salah satu lafal penegasan yang
memperkuat sesuatu di dalam jiwa seseorang. Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh
umat manusia, dan manusia memiliki sikpa yang berbeda-beda terhadapnya; ada
yang ragu, ada yang mengingkari, dan ada
pula yang sangat memusuhi. Qasam di
dalam kalam Allah menghilangan keraguan, meruntuhkn syubhat, menegakkan hujjah,
memperkuat informasi, dan menegaskan hukum dalam bentuk dalam bentuk paling
sempurna.[16]
3.
Faedah Qasam Menurut Mana’ul Quthan
Keistimewaan bahasa Arab ialah halus ta’binya, berbeda meode dengan bermacam-macam
tujuan. Bagi si mukhatab (orang yang
mengucapkan perkataan) itu juga berbeda halnya. Ini dinamakan dalam ilmu ma’ani
dengan mencontohkan berita itu hanya tiga,
ibtida’i, thalabiy, dan inkary.
Kadang-kadang peasaan si mukhatab itu kosong dari
hukum (Tidak teringat olehnya hukum yang berlaku). Dia mengucapkan perkataan itu lupa mentakkidkannya. Perumpamaan ini
dinamakan ibtida’i. Kadang-kadang ada
pula orang yang masih ragu-ragu dalam menetapkan hukum dan meniadakannya.
Sebaiknya orang ini harus tahu kekuatan hukum itu. Yaitu dengan mentakidkannya
supaya hilang keragu-raguannya itu. Contoh ini dinamakan thalbiyan. Kadang-kadang ada pula orang yang mengingkari hukum.
Disini diwajibkan mentakkidkan perkataan kepadanya sekedar yang diingkarinya
itu. Perumpamaan ini dinamakan inkariyah.
Qasam muakkad (sumpah untuk menguatkan) terkenal dengan
memungkinkan sesuatu itu pada diri seseorang dan menguatkannya. Al-Qur’an iu diturunkan kepada umat manusia itu
seluruhnya. Orang mengangkat sumpah itu gunanya ialah unutk membuktikan
sesuatu. Karena sebagian dari orang itu ada masih ragu-ragu. Ada pula yang
mengingkari, dan ada pula yang memusuhi. Bersumpah dengan menyebut nama Allah
itu ialah untuk menghilangkan keragu-raguan. Menghapuskan sybuhat, menegakkan hujah, menguatkan berita dan menegakkan hukum
dalam bentuk yang lebih sempurna.[17]
BAB
II
PENUTUP
Qasam
adalah suatu pernyataan dalam Al-Qur’an yang bertujuan untuk memberikan
penegasan terhadap informasi, pesan, dan berita yang disampaikan. Rukun-rukun
qasam terdiri dari fi’il qasam, muqsam
bih , danmuqsam ‘alaih.
Macam-macam qasam terdiri dari qasam zahir yang menyebutkan fi’il qasam dan muqsam
bihnya, dan qasam mudmar (tersimpan) yang tidak menyebutkan fi’il qasam dan muqsam bihnya, tetapi ditunjukkan dengan lam taukid.
DAFTAR PUSTAKA
'Al-Qaththan, Manna. (2017). Dasar-Dasar Ilmu
Al-Qur'an. Jakarta: Ummul Qura.
AS., Mudzakir. (2016). Studi Ilmu Al-Qur'an.
Bogor: Litera Antar Nusa.
Aziz, Moh Ali. (2018). Mengenal
Tuntas Al-Qur'an. Surabaya: Imtiyaz.
Chirzin, Muhammad. (2003). Permata
Al-Qur'an. Yogyakarta: Qirtas.
H.A., Abdul Djalal. (2000). Ulumul
Qur'an. Surabaya: Dunia Ilmu.
Hamzah, Munchotob. (2003). Studi Al-Qur'an
Komprehensif. Yogyakarta: Gama Media.
Hermawan, Acep. (2011). 'Ulumul Qur'an.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Quthan, Mana'ul. (1995). Pembahasan Ilmu
Al-Qur'an . Jakarta: PT Rineka Cipta.
Surabaya, Tim Penyusun MKD Uin
Sunan Ampel. (2018). Bahan Ajar Studi Al-Qur'an. Surabaya: Uin Sunan
Ampel Press.
Yusuf, Kadar. M. (2014). Studi
Al-Qur'an. Jakarta: Achmad Zirzis.
Zuhdi, Achmad. (2014). Studi Al-Qur'an.
Surabaya: Uin Sunan Ampel Press.
[1] Abdul Djalal, Ulumul Qur’an, Surabaya, Dunia Ilmu,
cetakan 2, hal 345-346
[2] Kadar M. Yusuf, Studi Al-Qur’an, Jakarta, Amzah, 2014,
cetakan 2, hal 65
[3] Muhammad Chirzin, Permata Al-Qur’an, Yogyakarta, Qirtas,
2013, cetakan 1, hal 46
[4] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018, Cetakan 3, hal 133-134
[5] Acep Hermawan, M.Ag, ‘Ulumul Qur’an, Bandung, PT Remaja
Rosdakarya, 2011, cetakan 1,hal 106-107
[7] Munchotob Hamzah, Studi Al-Qur’an, Yogyakarta, Gama Media,
2003, cetakan 1, hal 207-208
[8] Kadar M. Yusuf, Studi Al-Qur’an, Jakarta, Amzah, 2014,
cetakan 2, hal 66-68
[9] Kadar M. Yusuf, Studi Al-Qur’an, Jakarta, Amzah, 2014,
cetakan 2, hal 70-71
[10] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018, Cetakan 3, hal 134
[11]Tim Penyusun MKD Uin Sunan Ampel Surabaya,
Bahan Ajar Studi Al-Qur’an, Surabaya,
UIN sunan Ampel press, cetakan 8, 2018,hal 379
[12] Moh Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya, Imtiyaz,
2018, Cetakan 3, hal 137-138
[13]Tim Penyusun MKD Uin Sunan
Ampel Surabaya Bahan Ajar Studi Al-Qur’an,
Surabaya, UIN sunan Ampel press, cetakan 8, 2018, hal 382-383
[14] Abdul Djalal, Ulumul Quran, Surabaya, Dunia Ilmu, cetakan 2, hal 352-353
[15] Mudzakir AS., Studi Ilmu Al-Qur’an, Bogor, Litera AntarNusa, 2016, Cetakan 17,
hal 415-416
[16] Manna Al-Qaththan, Dasar-Dasar Ilmu Al-Qur’an, Jakarta
Timur, Ummul Qura, Cetakan 1, 2016, hal 457-458
[17] Mana’ul Quthan, Pembahasan Ilmu Al-Qur’an, Jakarta, PT
Rineka Cipta,1995, cetakan 1, hal 119-120

Terimakasih infonya, ini sangat membantu sekali
BalasHapusAlhamdulillah😊😊 semoga bermanfaat bagi saya sebagai pembaca
BalasHapusSubhanallah
BalasHapusBermanfaat sekali bagi pembaca
BalasHapusMakalahnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih , sangat membantu saya sebagai pembaca
BalasHapusSyukron, ya ukhti. Sangat bermanfaat! 🙏
BalasHapusBagus sekali dan sangat bermanfaat 👌
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih, makalah nya sangat bermanfaat dan bagus🙏
BalasHapusTerimakasih, makalah nya sangat bermanfaat dan bagus🙏
BalasHapusmasyaallah, terima kasih untuk referensi yang telah anda berikan. sangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu sekali ilmunya, semoga bermanfaat
BalasHapusTerimakasih,telah menyebarkan kebaikan(ilmu)dalam makalah ini,sangat bermanfaat dalam menyikapi qasam/janji yang didalam kehidupan sehari-hari sangat banyak terjadi.
BalasHapusTerima kasih. Ilmunya sangat membantu sekali dan semoga bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusAlhamdulillah makalah ini semoga menambah wawasan pembaca dan penulis, trimakasih
BalasHapusTrimakasih sangat membatu☺️
BalasHapusIsi dari makalah ini dari beberapa orang yang hebat, trimakasih informasinya
BalasHapusterima kasih, semoga ilmu yang sudah di bagikan dapat bermanfaat untuk kita semua
BalasHapusSubhanallah, Masyaallah, Alhamdulillah. Semangat ukhti😘😘
BalasHapusSubhanallah, terima kasih atas ilmu yang sudah diberikan. semoga bermanfaat untuk kita semua sebagai pembaca:)
BalasHapusterima kasih ilmunya semoga bermanfaat, semangat ukhti!
BalasHapusAlhamdulillah dengan tulisan ini saya lebih mengetahui tentang qasam Al-Qur'an, terimakasih :)
BalasHapusSubhanallah, terima kasih atas ilmu yang sudah diberikan. Menambah wawasan dan meningkatkan kecintaan saya pada al-qur'an
BalasHapusalhamdulillah ilmunya tentu sangat bermanfaat bagi para pembaca, semoga kedepannya makin plusplus
BalasHapusAlhamdulillah semoga informasi yg saudara sampaikan dapat menjadi manfaat bagi orang banyak
BalasHapusAlhamdulillah semangat semoga bermanfaat
BalasHapusMasyallah terima kasih banyak atas informasinya, semoga dari ilmu yg diatas dapat bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusTerimakasih atas informasinya, Alhamdulilah sangat membantu semoga juga dpt membantu pembaca yg lainnya 😊
BalasHapusMantap
BalasHapusterima kasih, semoga ilmu yang sudah di bagikan dapat bermanfaat untuk kita semua
BalasHapusMakalahnya mantap, semoga istiqomah dalam berkarya dan bermanfaat bagi yang lain
BalasHapusAlhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya
BalasHapusalhamfulillah , setelah membaca makalah ini saya mendapatkan pelajaran baru yg bermanfaat , terima kasih,
BalasHapusTerima kasih, menambah ilmu baru dan semoga bermanfaat ilmunya bagi yang lain
BalasHapusMembantu sekaliii
BalasHapusSubhanallah,, luar biasa anak muda zamn skrg udh bisa bikin materi seperti itu,,, patut di apresiasi 👏
BalasHapusMasyaAllah materi yang bermanfaat sekali, terima kasih
BalasHapusMakalah bagus sekali kak,semoga bermanfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pembaca aminnnn
BalasHapusSemoga Ilmunya bermanfaat bagi pembaca dan mengalirkan pahala bagi penulis :)
BalasHapussangat membantu bagi semua orang yang membaca, sudah bagus. semangat berkarya!!
BalasHapusSudah membantu kak, semoga berkah
BalasHapusMasyallah terima kasih banyak atas informasinya, semoga dari ilmu yg diatas dapat bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusMasyallah terima kasih banyak atas informasinya, semoga dari ilmu yg diatas dapat bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusآمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية
BalasHapusBaca baca bacaBaca baca bacaBaca baca bacaBaca baca bacaBaca bacaBaca baca baca bacaBaca baca bacaBaca baca bacaBaca baca bacaBaca baca bacaBaca baca bacaBaca bacaBaca baca baca bacaBaca baca baca
BalasHapusآمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية
BalasHapusalhamdulillah sangat membantu kak, sangat menambah wawasan bagi saya yang belun terlalu tau tentang qasam
BalasHapusMasyaallah mbak bunga mantap syekali blognya, sangat bermanfaat bagi kita semua semoga barokah dunia akhirat.
BalasHapusAlhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya untuk pembelajaran kita
BalasHapusSangat baik, bermanfaat untuk saya, terima kasih kak sudah memberikan dan membagikan ilmunya
BalasHapusSangat bermanfaat bagi pembaca, ditunggu karya selanjutnya, sukses selalu kak
BalasHapusMakalah yang sangat bermanfaat, bisa menambah pengetahuan kita, makasih kak
BalasHapusalhamdulillah subhanallah makalahnya sangat membantu semoga kedepannya lebih baik lagi aamiin aamiin
BalasHapuswah sangat menginspirasi mbak bunga terima kasih
BalasHapusbagus sekali thanx to upload,semoga bermanfaat bagi saya dan yang membaca
BalasHapusAlhamdulillah dengan membaca makalah ini dapat menambah wawasan, karena penyampaian yang mudah dipahami
BalasHapusMasyaaAllah sangat menambah wawasan sekali ya, jujur saya awalnya belum faham apa itu qasam tapi setelah membaca makalah ini sedikit banyak lebih paham
BalasHapussemoga bermanfaat untuk yang lain yaa